
Caving merupakan salah satu kegiatan yang bisanya kami lakukan semenjak menjadi anggota Gitapala.
Caving kali ini bebeda dengan caving sebelumnya. Hal ini kerena lokasi yang baru bagi kami tim caving Gitapala (Ibnu, Gama dan Agung). Lokasi tersebut berada di Purworejo, tepat nya Goa Seplawan dan Goa Ngobaran. Refrensi caving ke Purowerjo ini didapat dari teman-teman sesama mahasiswa pencinta alam. Hanya berbekal dengan informasi jalan menuju salah seorang teman kami melakukan survey ke lokasi yang ditunjukan, yaitu rumah dari Mbah Cokro. Mbah Cokro adalah seorang yang bisa dikatakan juru kunci goa di daerah Purworejo karena beliau hafal hampir semua goa dan medan dalam goa.
Mbah Cokro adalah mbah yang istimewa bagi kami, diusianya yang sudah senja beliau masih sangat kuat. Baik kuat fisik atau pun ingantan. Beliau juga sangat baik terhadap kami. Dari mbah Cokro lah kami ditunjukan beberapa goa yang ada di sana, antara lain adalah Goa Temanten Goa Ngobaran dan Goa Seplawan. Dari ketiga goa tersebut kami memilih untuk masuk ke 2 goa yaitu seplawan dan ngobaran.
Setelah survey selesai kemudian kami memutuskan hari untuk pelaksana susur goa. Pilihan jatuh pada 30 Oktober -1 November yang kebetulan adalah hari libur dan tidak ada kegiatan lain. Setelah menentukan tanggal tersebut kami menyiapkan rencana dan peralatan untuk memasuk ke dua goa tersebut.
Ketika tiba pada hari H kegiatan kami (Ibnu, Budi, Bita, Agung, dan Riyan) berangkat dari kampus jam 20.00 WIB dan sampai sana kami pukul 11.00 WIB. Kebetulan gama menyusul di tangal 31 OKtober. Kali ini berbeda dengan perjalan survey yang telah kami lakukan , karena perjalan perjalan dimulai pada malam hari dan jalan menuju rumah mbah Cokro sangat minim penerangan. Sehigga membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Setibanya disana kami disambut dengan hangat oleh mbak Cokro dan keluarga tak lupa ditemani 1 teko teh panas yang menghangatkan malam kami.
Setelah beristrihat hingga pagi tiba kami pun melakukan persiapan dan brifing untuk memasuki Goa Seplawang di hari ke 2 ini, dan tak lupa juga sarapan pagi. Seletah persiapan selesai kami mulai perjalan menuju Goa Seplawan menggunakan motor karena lokasinya yang cukup jauh dari rumah Mbah Cokro. Goa Seplawan adalah goa horizontal yang memiliki banyak cabang. Goa Seplawan merupakan goa untuk wisatawan, namun itu hanya satu jalur saja. Sedangkan Goa Seplawan memliki banyak cabang yang belum terjamah oleh wisatawan. Pada awalnya kami masuk goa dengan jalur wisatawan kemudian kami memlih cabang lain dan menjauhi jalur wisata. Setelah berjalan cukup lama dengan suasana gelap dan lorong sempit yang berliku. Terlihatlah pemangangan yang sangat indah, ornament-ornamen yang terbentuk diri aliran tetesan air selama puluhan atau bahkan ribuan tahun berkilauan dia gelap nya goa seplawan. Setelah mencapai lorong yang sangat sempit dan tidak mungkin kami masuk lebih dalam lagi, kami memutuskan untuk kembali ke jalur awal, yaitu jalur wisata. Dan kami memutuskan untuk keluar dari goa.
Setelah keluar dari goa kami mencari tempat teduh untuk memasak dan ngopi bersama. Puas ngopi dan makan kami kemudian kembali ke rumah Mbah Cokro. Sesampainya di rumah Mbah Cokro kami di sambut dengan 1 teko teh hangat. Tak lama tiba di rumah mbah Cokro, tim kami yang lain (Gama) menyusul dari jogja sendiri. Setelah semua mandi dan istirahat kami mempersiapkan alat yang dibutuhkan untuk masuk goa selanjutnya. Karena goa yang selanjutnya kami masuki adalah Goa Ngobaran. Goa Ngobaran adalah Goa vertical, maka perlu disiapkan alat-alat kusus yaitu SRT set dan alat-alat penujang lainnya. Setelah persiap selesai istirahat dan tidur, tak lupa kami makan malam bersama.
Ketika sudah pagi kami bersiap siap dan brifing untuk mengecek kesiapan masuk goa ngobaran. Tak lupa kami pun sarapan pagi untuk menambah energy. Perjalan ke goa ngobaran kami memilih jalan kaki, karena kebetulan dekat. Selain dekat dengan jalan kaki lebih santai, hitung hitung pemanasan tambahan sebelum masuk goa. Sesampai nya di goa kami membagi tugas. Saya (ibnu) yang berperan sebagai leader, ancor men dan riging. Sedang kan yang lain ada yang mepersiapkan alat yang saya butuhkan. Tak lupa ada juga yang memperispkan masakan untuk makan siang sehabis keluar goa.
Setelah jalur selsai terbuat dan tidak ada friksi. Saya sebagi leader turun terlibih dahulu. Kemudian dilanjukan Gama dan Agung. Setelah semua turun sampai bawah, kami mulai melakukan penyusuran dan tidak disangka kami mendaptkan kejutan yang sangat buruk. Terdapat banyak sekali kelelawar yang mati terperangkap jaring pemburu. Goa ngobaran ternyata digunakan untuk perburuan kekelawar, mungkin karena pemburu lupa mengecek jaringnya sehingga banyak kelelawar yang mati. Kemudian kami memutuskan untuk langsung naik ke mulut goa. Sesampai nya semua anggota naik ke atas kami membereskan alat yang kami gunakan tadi dan kami packing kembali.
Selatah itu kami beristirahat dan makan siang di dekat goa. Kemudian makan tak lupa kami melakukan evaluasi kegiatan selama 3 hari ini. Setelah beres semua. Kami pulang kerumah mbak cokro untuk istirahat dan mandi. Kemudian kami berpamitan ke pada Mbah Cokro dan kami langsung menuju ke jogja kembali.