Arsip:

BERITA

Ziarah Sumbing 2018

sudah bukan kewajiban

tidak mengunjunginya, seperti ada yang kurang

ZIARAH SUMBING tahun ini mengesankan.

Ziarah sumbing 2018 dilaksanakan pada 12-14 Juli 2018 via Garung, Wonosobo, Jawa Tengah. Rencananya ziarah ini akan diikuti oleh 6 Anggota Penuh GITAPALA yaitu Gama, Abdul, Angga, Titis, Bita, dan Iswanto, 1 Anggota Muda yaitu Arba dan  3 Anggota Luar Biasa yaitu Mas Jemek, Mas Agus, dan Mas Domin. Namun mendekati Hari-H beberapa anggota memiliki kesibukan di hari yang sudah ditentukan yang membuat kami akhirnya berangkat bertujuh. Persiapan, Packing, dan Briefing Keberangkatan dilakukan pada Kamis, 11 Juli 2018 di Kantor GITAPALA. Kami menyiapkan segala kebutuhan selama pendakian baik dari operasional, logistik, dan peralatan pendakian lainnya. read more

Fun Camping 2018

SALAM LESTARI 🙂

Pergi menikmati ciptaan Tuhan adalah salah satu cara mensyukuri apa yang Dia beri. Tak hanya gunung yang agung terjunjung, ada pantai dan samudra terhampar berharap dikunjungi. Kali ini, angin pantai dan deburan ombaknya kami ajak diskusi. Selamat menikmati alam, Salam Lestari.

Fun Camping 2018 dilaksanakan pada Sabtu, Minggu 15-16 September 2018 di Pantai Pandansari, Bantul. Fun Camping tahun ini dilaksanakan oleh GITAPALA guna mengajak adik-adik mahasiswa baru Fakultas Teknologi Pertanian UGM untuk ikut serta dalam kegiatan GITAPALA dan juga mengajarkan sedikit peran mahasiswa untuk sadar akan kelestarian lingkungan. read more

Memupuk Kesadaran

Kegiatan GITAPALA tidak melulu tentang olahraga yang ekstrem seperti menempuh derasnya arus sungai, menapaki gunung-gunung kokoh, menyusuri celah bumi, atau memanjati tebing menjulang. Kami juga terbiasa menikam kejenuhan dengan bercanda dan berbagi cerita bersama.

Kali ini kami ingin bersama-sama bercerita sambil menikmati alam di Kawasan Wisata Alam Jurang Jero yang berlokasi di Kecamatan Srumbung, Magelang. Kegiatan kali ini tidak hanya diikuti anggota GITAPALA tetapi juga Warga FTP. Kegiatan semacam ini sering kami lakukan untuk sekedar melepaskan diri dari rutinitas kehidupan kampus yang terkadang menimbulkan kejenuhan.

Seusai kegiatan kampus selesai, kami langsung menyiapkan segala keperluan yang diperlukan untuk bersenang-senang, karena semua kesenangan tidak datang secara kebetulan. Seperti sudah tahu apa yang harus dia kerjakan, semua langsung menyebar ke segala penjuru Jakal (Jalan Kaliurang) . ada yang berbelanja kebutuhan perut, ada yang membawa kayu bakar, ada yang menyiapkan tenda dome, ada pula yang menyiapkan pupuk-pupuk dalam karung. Ya, pupuk, kali ini kita tidak hanya menikmati alam tetapi juga ikut melestarikannya dengan memberikan pupuk untuk pohon-pohon di lereng merapi. Semua siap, bahan bakar motor terisi penuh, tinggal tancap… kunci, nyala, gaass… read more

Edukasi Lingkungan bersama Teman Kecil GITAPALA

Dalam memperingati Dies Natalis GITAPALA yang ke-29, Teman-teman GITAPALA mengajak mahasiswa FTP untuk melakukan kegiatan edukasi lingkungan di SDN 1 Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang sampah dan pemanfaatannya, serta pentingnya tanaman obat keluarga (TOGA) yang ditanam di lingkungan rumah dan sekolah. Kegiatan ini dilakukan pada hari sabtu, 24 februari 2018 yang diikuti oleh 52 siswa dan siswi SDN 1 Terong kelas 4 dan kelas 5.

Kegiatan diawali pada pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh Gina Isna dan sambutan dari bapak Kepala Sekolah SDN 1 Terong. Selanjutnya siswa dan siswi SDN 1 Terong dibagi menjadi 5 kelompok yang akan didampingi oleh teman-teman GITAPALA dan mahasiswa FTP. Dalam kelompok tersebut diberikan pengetahuan tentang sampah dan pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Dalam teknisnya siswa-siswi berlomba untuk memisahkan jenis sampah yaitu sampah organik dan anorganik. Perlombaan berjalan meriah dengan antusias yang tinggi dari siswa dan siswi dalam memisahkan s ampah organik dan anorganik dari karung ke tempat sampah seberang. read more

Ziarah Sumbing Rajawali

IMG20170711093944

Tragedi Sumbing merupakan luka lama bagi warga FTP UGM. Kejadian yang terjadi pada tanggal 25 Februari 1977 menimpa para pendahulu GITAPALA  meninggal dunia yang menjadi korban keganasan alam. Berawal dari tragedi ini terbentuklah wadah bagi warga FTP UGM yang gemar berkegiatan di alam liar. Dibentuknya organisasi pecinta alam bernama Teknologi Pertanian Pecinta Alam (GITAPALA) diharapkan warga FTP memiliki standar operasional dalam berkegiatan di alam liar.

Berawal dari tragedi ini Ziarah Sumbing menjadi wajib bagi setiap angkatan baru yang ada di GITAPALA. Maksud dan tujuan dari ziarah ini adalah untuk mengenang para pendahulu GITAPALA. Selain itu Ziarah Sumbing juga dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi syarat sebagai anggota penuh GITAPALA. read more

Menyapa Mahasiswa Baru FTP 2016. “calon pecinta alam yang tangguh”

PPSMB Agrophoria Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Tanggal 04-Agustus-2016, GITAPALA menyapa mahasiswa baru angkatan 2016 dalam sesi eksebisi lembaga yang diadakan rutin setiap tahun oleh fakultas, eksebisi lembaga sendiri diadakan dalam rangka mengenalkan dunia kampus kepada mahasiswa mahasiswa baru agar dapat lebih mengetahui lembaga-lembaga apa saja yang ada di fakultas TP ini, dan nantinya mereka dapat memilih lembaga mana yang akan diikuti selama masa perkuliahan agar dapat berjalan positif dan lebih berwarna. read more

Bercengkrama Bersama Romantisnya Tebing Parang Endog

Sebagai salah satu divisi yang ada di GITAPALA, panjat tebing menjadi salah satu pilar penting yang menopang berdirinya GITAPALA itu sendiri. Dengan adanya tanggung jawab untuk menjaga kestabilan jalannya organisasi, panjat tebing secara rutin melaksanakan kegiatan di bidang panjat. Tebing ini berlokasi di daerah Gunung Kidul, bagian timur Pantai Parangtritis. Selain bertujuan untuk upgrade materi di bidang panjat tebing juga untuk menambah jam terbang climber GITAPALA.

Adalah Tebing Parang Endog yang kali ini menjadi tujuan tim panjat tebing GITAPALA. Tebing ini tentu sudah tak asig lagi terutama untuk para climber yang berdomisili di daerah Yogyakarta karena sering digunakan untuk berkegiatan. Spot-spot yang ada di tebing ini menyediakan jalur untuk sport climbing dan juga artificial climbing. read more

Tambak Udang di Pesisir Pantai Trisik

Samudera Indonesia masih menyediakan air laut yang bersih bagi masyarakat pesisir pantai selatan, mungkin itulah yang menjadi alasan mengapa di sepanjang bibir pantai trisik banyak terdapattambak udang.

Tambak udang yang mulai buming sejak tahun 2013 ini, kini pembangunannya makin menjadi-jadi. Di sepanjang pantai, dari pintu penangkaran penyu hingga ke muara Sungai Progo, pembangunan tambak ini semakin menjadi-jadi. Pertanian lahan pasir yang dulunya ada di sini, kini  beralih fungsi menjadi tambak udang. Tak heran jika sejauh mata memandang, hanya terlihat tambak udang. read more

Pertanian Lahan Pasir vs Tambang Besi

lahan pasir
Pertanian Lahan Pasir

Sebelum kaki kami menginjak pantai Trisik, kami harus berjalan melewati lahan pertanian yang luas. Uniknya , tanaman yang ada disini tidak tumbuh di atas tanah, namun tumbuh di atas lahan berpasir. Tanaman melon,semangka, dan papaya tumbuh dengan subur di sini, karena tanaman tersebut akan tumbuh dengan baik bila tidak ada genangan airnya.

Sudah barang tentu, untuk mengolah lahan pertanian di sini perlua adanya rekayasa pertanian dan pengolahan lahan tanam yang tepat, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panenyang melimpah. read more

Kali Sen, Ngremang

Minggu 21 September 2014, Kami berencana mengunjungi pantai Trisik, sebelah selatan Kuon Progo. Pada saat kami berangkat dan melewati jembatan, kami melihat ada seseorang yang sedang memanen enceng gondok di bantaran sungai. Sejenak kami berhenti dan melihat sekeliling, ternyata ada kejanggalan pada sungai ini. Banyak sekali enceng gondok yang tumbuh di sepanjang aliran sungai Sen ini. Sampai-sampai hampir satu truk enceng gondok yang dipanen oleh orang-orang itu.

Kami melihat adanya penyempitan aliran sungai di sebelah kanan dan kiri aliran. Endapan tersebut banyak dan ditumbuhi rumput serta enceng gondok.Sungai dengan lebar kurang lebih 80 meter (jarak antara tanggul kanan dan kiri), kini hanya bagian tengahnya saja yang dialiri air, kira-kira selebar 20 meter, karena adanya endapan di sisi kanan dan kirinya. read more